Rabu, 23 Januari 2013

ISU-ISU TANTANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI MASA DEPAN

A.Globalisasi : Tantangan Peningkatan Keunggulan Bersaing
Perkembangan dunia menuju era globalisasi mempunyai makna bahwa pada waktunya nanti, berbagai bentuk barang , jasa, modal, teknologi, informasi, tenaga kerja dapat berpindah dari suatu wilayah ke wilayah lainnya tanpa hambatan. Jadi jika kita dapat memahami bagaimana teknologi baru berkaitan dengan perusahaan baru, pasti kita dapat menyusun strategi berkompetisi di ekonomi baru. Secara garis besar ini terbagi atas competition, global bussines dan global company.
Persaingan global timbul pada suatu wilayah bersaing untuk dapat memperoleh pangsa pasar dan kesempatan. Persaingan bisnis berskala blobal mendorong industri-industri yang berada dalam suatu wilayah tersebut untuk mampu melakukan efisiensi biaya dan diferensiasi produk. Sedangkan persaingan perusahaan secara global timbul karena kegiatan pereusahaan-perusahaan transnasional milik negara-negara maju ingin melabarkan sayap bisnisnya ke negara-negara berkembang, baik dalam bentuk pembangunan pabrik baru, kerjasama patungan dengan perusahaan tuan rumah, maupun relokasi industri.
Hal inin tentu saja menjadikan persaingan antara perusahaan domestik dan perusahaan global akan semakin ketat. Masuknya perusahaan-perusahaan asing dikhawatirkan dapat merebut pangsa pasar domestik. Kerena itu, dalam menghadapi persaingan global ini perlu disusun strategi bersaing yang berpijak pada kompetensi,baik dalam hal harga, kualitas teknolgi, maupun fleksibelitas produk.
Globalisasi menciptakan diversifikasi pasar, persaingan yang semakin banyak, serta pilihan pasar yang semakin lebar. Dalam konteks ini, pengambilan keputusan dan dunia usaha perlu mengkaji secara optimal bagaimana kompetensi dan peluang ekonomi dapat sisesuaikan dengan permintaan pasar.
Untuk dapat bersaing secara global, setiap negara perlu merumuskan visi dan misinya sebagai pola sasar perkembangan wilayah-wilayah yang ada di dalamnya.Jadi konsep strategi untuk menciptakan keunggulan daya saing suatu wilayah hanya dihasilkan oleh pemikiran-pemikiran yang kreatif, inovatif, serta pemahaman yang komperhensif agar seluruh aspek yang terkait dapat diintegrasikan secara sempurna.

A.1 Sumber-Sumber Keunggulan Bersaing Wilayah
1. Konsep kompetensi inti
Keunggulan daya saing wilayah akan tercipta jika wilayah tersebut memilki kompetensi inti yang dapat dibedakan dari wilayah lain. Kompetensi inti dapat diwujudkan melalui create factor, yaitu upaya menciptakan berbagai faktor produksi yang bisa mendatangkan prestasi yang jauh lebih baik dibandingkan pesaingnya.
Kompetensi inti dapat didefinisikan sebagai proses pembelajaran kolektif dari suatu organisasi, terutama dalam kaitannya dalam kaitannya dalam kegiatan mengkoordinasikan dan mengintegrasikan berbagai keahlian dan teknolgi.
Semakin baik koordinasi dan integrasi di antara sektor-sekotr unggulan yang dikembangkan dalam suatu wilayah, kian tinggi pula tingkat kedewasaan wilayah tersebut dalam proses pembangunan, sehingga sulit bagi wilayah lain untuk menyainginya.
Wilayah yang telah mencapai kompetensi inti memiliki 4 atribut :
1. Kemampuan untuk memberikan akses pada variasi pasar yang lebih luas
2. Kemampuan memberikan kontribusi yang signifikan kepada persepsi pelanggan atas yang diperoleh dari barang dan jasa yang ditawarkan
3. Barang dan jasa unggulan yang ditawarkan sangat sulit ditiru
4. Koordinasi dan kompleks dari beragam teknolgi dan keahlian terapan

2. Kompetensi inti dan penyesuaian strategi
Upaya mencapai kompetensi inti dimulai dari dimilikinya serangkaian kompetensi yang terintegrasi, dan hal ini memerlukan proses penyesuaian.
Inti dari penyesuaian di atas adalah koordinasi, ketekunan, dan konsentrasi kebijakan dalam menghadapi serangkaian tujuan yang terbagi. Sehingga sebuah wilayah yang telah melaksanakan hal ini, berarti sudah berada dalam tahapan “kesesuaian strategi”
Yang patut menjadi perhatian pada pengambilan keputusan dalam pengembangan wilayah terhadap hubungan kompetensi inti dan penyesuaian strategi adalah perlunya sebuah perencanaan strategi wilayah yang menggerakkan organisasi dan tingkatan yang ada saat ini menjadi tingkatan kesesuaian strategi dengan lingkup bisnis yang baru.

A.Globalisasi : Tantangan Peningkatan Keunggulan Bersaing
Perkembangan dunia menuju era globalisasi mempunyai makna bahwa pada waktunya nanti, berbagai bentuk barang , jasa, modal, teknologi, informasi, tenaga kerja dapat berpindah dari suatu wilayah ke wilayah lainnya tanpa hambatan. Jadi jika kita dapat memahami bagaimana teknologi baru berkaitan dengan perusahaan baru, pasti kita dapat menyusun strategi berkompetisi di ekonomi baru. Secara garis besar ini terbagi atas competition, global bussines dan global company.
Persaingan global timbul pada suatu wilayah bersaing untuk dapat memperoleh pangsa pasar dan kesempatan. Persaingan bisnis berskala blobal mendorong industri-industri yang berada dalam suatu wilayah tersebut untuk mampu melakukan efisiensi biaya dan diferensiasi produk. Sedangkan persaingan perusahaan secara global timbul karena kegiatan pereusahaan-perusahaan transnasional milik negara-negara maju ingin melabarkan sayap bisnisnya ke negara-negara berkembang, baik dalam bentuk pembangunan pabrik baru, kerjasama patungan dengan perusahaan tuan rumah, maupun relokasi industri.
Hal inin tentu saja menjadikan persaingan antara perusahaan domestik dan perusahaan global akan semakin ketat. Masuknya perusahaan-perusahaan asing dikhawatirkan dapat merebut pangsa pasar domestik. Kerena itu, dalam menghadapi persaingan global ini perlu disusun strategi bersaing yang berpijak pada kompetensi,baik dalam hal harga, kualitas teknolgi, maupun fleksibelitas produk.
Globalisasi menciptakan diversifikasi pasar, persaingan yang semakin banyak, serta pilihan pasar yang semakin lebar. Dalam konteks ini, pengambilan keputusan dan dunia usaha perlu mengkaji secara optimal bagaimana kompetensi dan peluang ekonomi dapat sisesuaikan dengan permintaan pasar.
Untuk dapat bersaing secara global, setiap negara perlu merumuskan visi dan misinya sebagai pola sasar perkembangan wilayah-wilayah yang ada di dalamnya.Jadi konsep strategi untuk menciptakan keunggulan daya saing suatu wilayah hanya dihasilkan oleh pemikiran-pemikiran yang kreatif, inovatif, serta pemahaman yang komperhensif agar seluruh aspek yang terkait dapat diintegrasikan secara sempurna.

A.1 Sumber-Sumber Keunggulan Bersaing Wilayah
1. Konsep kompetensi inti
Keunggulan daya saing wilayah akan tercipta jika wilayah tersebut memilki kompetensi inti yang dapat dibedakan dari wilayah lain. Kompetensi inti dapat diwujudkan melalui create factor, yaitu upaya menciptakan berbagai faktor produksi yang bisa mendatangkan prestasi yang jauh lebih baik dibandingkan pesaingnya.
Kompetensi inti dapat didefinisikan sebagai proses pembelajaran kolektif dari suatu organisasi, terutama dalam kaitannya dalam kaitannya dalam kegiatan mengkoordinasikan dan mengintegrasikan berbagai keahlian dan teknolgi.
Semakin baik koordinasi dan integrasi di antara sektor-sekotr unggulan yang dikembangkan dalam suatu wilayah, kian tinggi pula tingkat kedewasaan wilayah tersebut dalam proses pembangunan, sehingga sulit bagi wilayah lain untuk menyainginya.
Wilayah yang telah mencapai kompetensi inti memiliki 4 atribut :
1. Kemampuan untuk memberikan akses pada variasi pasar yang lebih luas
2. Kemampuan memberikan kontribusi yang signifikan kepada persepsi pelanggan atas yang diperoleh dari barang dan jasa yang ditawarkan
3. Barang dan jasa unggulan yang ditawarkan sangat sulit ditiru
4. Koordinasi dan kompleks dari beragam teknolgi dan keahlian terapan

2. Kompetensi inti dan penyesuaian strategi
Upaya mencapai kompetensi inti dimulai dari dimilikinya serangkaian kompetensi yang terintegrasi, dan hal ini memerlukan proses penyesuaian.
Inti dari penyesuaian di atas adalah koordinasi, ketekunan, dan konsentrasi kebijakan dalam menghadapi serangkaian tujuan yang terbagi. Sehingga sebuah wilayah yang telah melaksanakan hal ini, berarti sudah berada dalam tahapan “kesesuaian strategi”
Yang patut menjadi perhatian pada pengambilan keputusan dalam pengembangan wilayah terhadap hubungan kompetensi inti dan penyesuaian strategi adalah perlunya sebuah perencanaan strategi wilayah yang menggerakkan organisasi dan tingkatan yang ada saat ini menjadi tingkatan kesesuaian strategi dengan lingkup bisnis yang baru.

3. Kompetensi inti dan kapasitas wilayah
Secara paralel, kompetensi inti harus diikuti dengan tingginya kapasitas sektor-sektor ekonomi dalam suatu wilayah agar mampu memenuhi permintaan pasar. Untuk mengukur kapasitas suatu wilayah, ada 5 hal yang perlu diperhatikan, yakni :
a. Kecepatan
b. Konsistensi
c. Kecerdasan
d. Berawal dan berakhir dengan pasar / pelanggan
e. Kompetensi inti yang saling melingkupi
Aspek-aspek yang menjadi perhatian pengambil keputusan pengembangan wilayah dalam kaitannya dengan kapabilitas wilayah agar dapat berkompetensi di masa depan antara lain :
• Integrasi sistem, kemampuan membangun sistem yang kompleks melalui penerapan teknologi heterogen
• Pengelolaan proyek, kemampuan mengelola proyek yang kompleks dam besar
• Pengelolaan jaringan, kemampuan untuk mengoperasikan sistem jaringan yang kompleks secara efektif dan efisien
• Pengembangan infrastruktur wilayah, kemapuan secara cepat mengubah dan menyetujui pengembangan infrastruktur dengan teknolgi masa depan yang senantiasa berubah

4. Kompetensi inti dan keunggulan bersaing wilayah yang berkelanjutan Keunggulan daya saing wilayah yang berkelanjutan terletak pada sumber daya, kemampuan, aset, proses, dan sebagainya yang menyediakan wilayah sebuah atraksi yang berbeda dengan pelanggan dan keunggulan yang unik dibanding dengan wilayah lain.
Tabel berikut menunjukkan atribut-atribut yang bisa dipakai sebagai keunggulan bersaing wilayah yang berkelanjutan. Keunggulan bersaing yang berkelanjutan menghasilkan keuntungan dalam biaya/produktivitaas, nilai tambah/diferensiasi, atau fokus pelanggan.

Atribut Definisi
Persepsi pelanggan Pelanggan memandang perbedaan yang konsisten dari suatu atau lebih faktor daya tarik wilayah kritis
Karakteristik keunggulan bersaing yang berkelanjutan Perbedaan cara pandang secara langsung dapat memberikan atribut keunggulan bersaing wilayah yang berkelanjutan
Daya tahan Baik cara pandang pelanggan maupun keterkaitan keunggulan bersaing wilayah yang berkelanjutan memiliki daya tahan diatas periode waktu yang lebih panjang
Keterbukaan Detail dari keunggulan bersaing wilayah yang berkelanjutan sulit dimengrti oleh wilayah lain
Kemudahan dicapai Wilayah lain tidak memiliki akses yang sama pada sumber daya yang diperlukan untuk meniru keunggulan bersaing yang berkelnajutan yang dimilki suatu wilayah
Kemudahan ditiru Wilayah lain memiliki kesulitan untuk menyususn kembali keunggulan bersaing yang berkelanjutan yang dimilki oleh suatu wilayah yang unggul
Koordinasi Keunggulan bersaing yang berkelanjutan mensyaratkan sulitnya dan harusnya koordinasi dari beragam sumber daya
5. Kompetensi inti dan perencanaan strategi pembangunan wilayah
Penyesuain strategis menyediakan lapisan dasar yang dibutuhkan untuk sukses, sedangkan kompetensi inti dan kapasitas dipandang sebagai landasan bagi keunggulan bersaing yang berkelanjutan mendorong munculnya apa yang disebut dengan market leader.
Dalam konteks perencanaan strategi pengembangan wilayah terdapat 3 tipe wilayah, yaitu :
• Wilayah yang menawarkan kepada pasar apa yang mereka butuhkan dan secara terus menerus menjadi pengikut apa yang dibutuhkan pasar
• Wilayah-wilayah yang secara temporal sukses dalam memimpin pasar dalam arah yang tidak mereka inginkan
• Wilayah-wilayah yang selalu memimpin pasar pada arah yang mereka inginkan

A.2 Faktor-Faktor Penentu Keunggulan Daya Saing Wilayah
Porter menyebutkan ada 4 faktor pokok yang menjadi keunggulan bersaing suatu wilayah, yaitu :
1. Faktor kondisi
Faktor kondisi merupakan faktor yang sangat diperlukan dalam menciptakan keunggulan daya saing wilayah antara lain berupa :
• Sumber daya manusia, dengan berbagai indikator seperti kuantitas keahlian, gaji personal, perhitungan standar jam kerja, dan etika kerja.
• Sumber sisik (alam), dengan indikator-indikator kuantitas, kualitas, aksesibilitas perolehan, harga tanah, air, iklim, dan ukuran geografis
• Sumber daya pengetahuan, yang diidentifikasi oleh jumlah ilmuwan, ahli, dan pengetahuan pasar terhadap produk dan jasa. Sumber daya pengetahuan ini berasal perguruan tinggi, lembaga riset pemerintah, badan statistik, dll
• Sumber daya kapital/modal, indikatornya berupa jumlah dan besarnya investigasi yang disediakan untuk mendukung produk-produk unggul suatu wilayah. Sumber daya kapital bisa dalam bentuk pinjaman, surat berharga, ekuitas, dan modal
• Infrasttruktur wilayah, dengan indikator seprti tipe, kualitas, dan biaya penggunaan infrastruktur, yang mempengaruhi persaingan antar wilayah melliputi sistem jaringan transportasi, sistem jaringan telekomunikasi, dll
2. Kondisi permintaan
Ada 3 karakteristik kondisi permintaan yang penting dalam menciptakan keunggulan daya saing wilayah :
a. Komposisi permintaan dalam negeri (distribusi permintaan untuk jenis tertentu). Hal-hal yang berhubungan dengan faktor :
• Struktur segmen permintaan, menunjukkan kemampuan untuk meraih segmen pasar terbesar
• Kemampuan untuk mengantasi kebutuhan pembeli

b. Ukuran dan pola pertumbuhan domestik, yang meliputi :
• Ukuran permintaan domestik, semakin besar ukuran pasar domestik maka semakin besar pula kesempatan keunggulan bersaing
• Jumlah pembeli bebas
• Laju pertumbuhan permintaan domestik
• Permintaan awal domestik, permintaan awal domestik untuk suatu produk sangat membantu perusahaan lokal untuk bergerak lebih awal dibandingkan pesaingnya dari wilayah lain
• Penetrasi pasar awal, penetrasi pasar awal mendorng perusahaan untuk berinovasi dan melakukan perbaikan

c. Internasionalisasi dari permintaan domestik, dapat dilakukan melalui :
• Mobilisasi atau nasionalisasi pembeli lokal, jika pembeli dari suatu produk di suatu wilayah merupakan pembeli yang memilki mobilitas tinggi atau perusahaan transregional, ,maka keunggulan bersaing perusahaaan akan tinggi, karena pembeli domestiknya juga sekaligus merupakan pembeli luar negeri
• Pengaruh kebutuhan asing, kondisi permintaan dalam negeri dapat mendorong penjualan ke luar negeri dengan cara lain, yaitu bila kebutuhan dan keinginan domestik ditrnasmisikan ke pembeli di luar negeri

3. Industri pendukung dan industri terkait
a. Keunggulan daya saing industri pemasok
Kehadiran industri yang bersaing secara global dalam suatu wilayah pada bidang/sektor yang berkaitan dengan industri lain, dapat memberikan keunggulan daya saing bagi industri tersebut.
b. Keunggulan daya saing industri terkait
Keunggulan daya saing akan tercipta jika disuatu wilayah terdapat industri yang saling terkait dan bersaing secara internasional.

4. Strategi, struktur dan persaingan perusahaan
a. Strategi dan struktur perusahaan domestik
Berbagai aspek yang mempengaruhi cara mengorganisasi dan mengelola perusahaan diantaranya adalah perilaku kewenangan, kemampuan berbahasa, nilai interaksi antara personal, norma sosial.
b. Tujuan perusahaan dan individu
• Tujuan perusahaan; tujuan perusahaan sangat ditentukan oleh struktur kepemilikan, motivasi, pemilik dan pemegang saham, serta intnsif yang membentuk manejer. Sebuah wilayah akan sukses dalam sektor industrinya bila struktur kepemilikan dan motivasi manejer selaras dengan kebutuhan industri
• Tujuan individu; motivasi manejer ataupun pekerja dalam suatu perusahaan dapat meningkatkan atau mengurangi kesuksesan industri. Penciptaan keunggulan daya saing yang berkelanjutan di berbagai industri membutuhkan investasi yang mengembangkan keahlian, pemahaman yang lebih baik akan industri, dan pertukaran ide lintas fungsi
c. Persaingan domestik
Pengaruh yang paling kuat terhadap keunggulan daya saing justru berasal dari persaingan domestik di dalam suatu wilayah. Persaingan membuat wilayah tersebut tetap dinamis dan terus menerus memberi tekanan pada perbaikan dan inovasi.
Persaingan domestik memaksa suatu wilayah mengembangkan produk-produk unggulan baru, memperbaiki produk yang sudah ada, menurunkan biaya dan harga, mengembangkan teknolgi baru, serta memperbaiki mutu pelayanan.
Empat keunggulan bersaing di atas, akan sangat dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu perubahan/kesempatan dan juga oleh pemerintah sendiri.
1. Peran perubahan
Perubahan kadang merupakan tindakan yang paling akurat yang dapat dilakukan dalam suatu negara yang nantinya akan memberikan kekuatan luar bagi perusahaan-perusahaan, dan terkadang bagi negara itu sendiri, contohnya :
• Penemuan dalam teknolgi
• Kebijakan politik luar negeri pemerintah
• Perang
2. Peran pemerintah
Pada dasarnya pemerintah tidak berperan sebagai faktor penentu bagi keunggulan daya saing suatu wilayah. Peran pemerintah hanya sebatas mempengaruhi kondisi faktor, kondisi permintaan, serta mengatur perdagangan.
Pengaruh yang dapat diberikan pemerintah terhadap ke empat faktor penetu keunggulan daya saing adalah sebagai berikut :
• Kondisi faktor dipengaruhi melalui subsidi, kebijakan pasar modal, kebijakan pendidikan, dsb
• Kondisi permintaan dipengaruhi melalui penentuan standar produk unggulan lokal yang mempengaruhi kebutuhan pembeli termasuk pemerintah yang juga merupakan pembeli beberapa produk domestik
• Industri-industri pendukung dan terkait dalam suatu wilayah dapat dipengaruhi oleh pemerintah dengan cara mengontrol periklanan
• Strategi perusahaan, struktur, dan persaingannya dipengaruhi oleh pemerintah melalui berbagai perangkat seperti kebijakan pajak

B. Tuntutan Pelaksanaan Pembangunan Berkelanjutan
Munculnya kata-kata berkelanjutan dalam perencanaan pembangunan memberikan inspirasi bagi setiap sektor untuk juga menujun ke arah pengembangan yang lebih ramah terhadap lingkungan.
Sehingga da suatu konsep yang mendasari munculnya paradigma-paradigma untuk mewujudkan keberlanjutan dalam setiap aktivitas umat manusia. Konsep itu adalah ”Pembangunan Berkelanjutan”
Konsep berkelanjutan merupakan konsep yang sederhana namun kompleks, sehingga pengertian keberlanjutan pun sangat multi-dimensi dan multi-interpretasi. Karena adanya multi-dimensi dan multi-interpretasi ini, para ahli sepakat untuk sementara mengadopsi pengertian yang telah disepakati oleh Komisi Brundtland yang menyatakan bahwa “pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka” (Fauzi, 2004).
Pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana menyelenggarakan pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang. Jadi tujuan pembangunan ekonomi dan sosial harus diupayakan dengan berkelanjutan.
Pembangunan menimbulkan transformasi yang progresif pada ekonomi dan masyarakat. Suatu jalur pembangunan yang berkelanjutan dalam pengertian fisik, secara teoritik dapat ditelusuri. Akan tetapi keberlanjutan fisik tidak mungkin dapat dicapai bila kebijakan-kebijakan pembangunan mengarah pada hal-hal seperti berubahnya akses ke sumber daya serta berubahnya distribusi biaya dan keuntungan.
Menurut Munasinghe (1993), pembangunan berkelanjutan mempunyai tiga tujuan utama, yaitu: tujuan ekonomi (economic objective), tujuan ekologi (ecological objective) dan tujuan sosial (social objective). Tujuan ekonomi terkait dengan masalah efisiensi (efficiency) dan pertumbuhan (growth); tujuan ekologi terkait dengan masalah konservasi sumberdaya alam (natural resources conservation); dan tujuan sosial terkait dengan masalah pengurangan kemiskinan (poverty) dan pemerataan (equity). Dengan demikian, tujuan pembangunan berkelanjutan pada dasarnya terletak pada adanya harmonisasi antara tujuan ekonomi, tujuan ekologi dan tujuan sosial.

B.1 Prinsip-Prinsip Pembangunan Berkelanjutan
Prinsip dasar setiap elemen pembangunan berkelanjutan dapat diuraikan menjadi 4 hal, yaitu :
1. Pembangunan berkelanjutan menjamin pemerataan dan keadilan sosial
Kepedulian utama dari suatu pembangunan yang berkelanjutan adalah menjawab pemerataan, untuk generasi masa sekarang dan generasi mendatang.
Strategi pembangunan harus dilandasi premis pada hal seperti lebih meratanya distribusi sumber lahan dan faktor produksi, lebih meratanya peran dan kesempatan, dan pada pemerataan ekonomi yang dicapai harus ada keseimbangan distribusi kesejahteraan.
2. Pembangunan berkelanjutan menghargai keanekaragaman (diversity)
Pemeliharaaan keanekaragaman hayati adalah persyaratan untuk memastikan bahwa sumber daya alam selalu tersedia secara berkelanjutan untuk masa kini dan masa datang.
Pemeliharaan keanekaragaman budaya akan mendorong perlakuan yang merata terhadap setiap orang dan membuat pengetahuan terhadap tradisi berbagai masyarakat dapat lebih dimengerti oleh masyarakat.
3. Pembangunan berkelanjutan menggunakan pendekatan integratif
Pembangunan berkelanjutan mengutamakan keterkaitan antara manusia dengan alam. Hanya dengan cara yang bermanfaat pengertian tentang kompleksnya keterkaitan antara sistem alam dan sistem sosial, dan dengan menggunakan pengertian ini melaksanakan cara-cara yang lebih integratif dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan dimungkinkan
4. Pembangunan berkelanjutan meminta perspektif jangka panjang
Pembangunan berkelanjutan mensyratkan kita agar menggunakan pendekatan jangka panjang dalam mengambil keputusan, agar pembangunan ini dapat diraskan oleh generasi mendatang.

B.2 Tantangan Ekonomi dalam “Pembangunan Berkelanjutan” : Sebuah Tantangan bagi Dunia Usaha
Persyaratan bagi perumbuhan ekonomi yang bersih dan merata tetap merupakan kesulitan terbesar diantara berbagai tantangan besar dalam pembangunan berkelanjutan.
Pembangunan berkelanjutan menuntut pasar yang terbuka dan makin makmur guna menciptakan peluang yang merata diantara berbagai negara dan masyarakat. Dengan pasar persaingan yang terbuka akan memberikan peluang yang besar bagi semua pihak dan masyarakat luas.
Proses perubahan yang tidak terhindarkan ke arah bentuk pembangunan berkelanjutan akan menentukan arah peradaban manusia masa depan. Proses ini membentuk gaya hidup kita dan karena itu menentukan cara kita melakukan usaha.
Dunia usaha harus tanggap dan terus mengembangkan keterampilannya dalam membaca pasar, mengandalkan kepiawaiaanya menguasai pasar, meramalkan pola permintaan yang terus berubah, dan juga dituntut untuk membentuk suatu sistem kepiawaian sosial guna menemukan, memahami, dan manfsirkan isyarat perubahan pola pembangunan.
Tantangan lain yang akan muncul adalah tantangan lingkungan. Sehingga pasar akan terus mendorong dilakukannya efisiensi dan mengurangi pemborosan terhadap energi dan sumber daya alam dan mengurangi pencemaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar